Sekolah Brigjend Katamso berada di bawah pengelolaan Yayasan Perguruan Nasional Brigjend Katamso. Nama sekolah ini berasal dari nama pahlawan revolusi Brigjend Katamso Darmokusumo.
Yayasan ini didirikan oleh Bapak M.U.P Phoa Krishnaputra, salah seorang pimpinan Buddhist di Sumatera Utara. Pak Phoa (demikian beliau sering dipanggil), adalah juga seorang profesional sukses yang telah menjabat berbagai posisi direktur & konsultan di beberapa perusahaan perkebunan. Pada waktu itu beliau, diminta untuk mengambil alih kepengurusan sekolah tersebut dari yayasan terdahulu, tepatnya pada bulan April tahun 1990.
Sebagai pendiri dan ketua Yayasan Vihara Borobudur pada saat itu, Bapak M.U.P. Phoa Krishnaputra merasa iba terhadap para guru yang berada di ambang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), sebagai akibat dari kesulitan keuangan yang dialami oleh sekolah. Dengan berbekal kemampuan manajerial taktis serta ketrampilan berorganisasi, Bapak M.U.P. Phoa Krishnaputra berhasil mengangkat sekolah dari jurang kebangkrutan hingga menjadi salah satu sekolah yang disegani di kota Medan.
Sejak saat itu, langkah-langkah diambil oleh Pak Phoa dan timnya untuk memperbaiki manajemen, meningkatkan kualitas pembelajaran, merenovasi infrastruktur, dan terus menambah & memperluas fasilitasnya. Pada tahun 2012, bekerjasama dengan Mahkota Group, kampus sekolah Brigjend. Katamso 2 didirikan di Marelan, di bagian utara kota Medan.
Pada tahun 2017, Bapak Andy Krishnaputra, seorang profesional pemasaran, mengambil alih sebagai anggota direksi, dan kemudian sebagai ketua yayasan menggantikan Bapak Yacob Rawi Siregar, Bapak Mohan Leo, dan Bapak Udayo Untarya. Di bawah kepemimpinan praktis beliau ditambah dengan pendekatan visioner dari Bapak M.U.P. Krishnaputra, sekolah Brigjend. Katamso terus memodernisasi program & fasilitasnya; menginternasionalkan kolaborasinya; dan mengedepankan Pendidikan Nilai-Nilai Kemanusiaan (PNK).